Di sepak bola putri Asia, nama Wang Shuang mungkin tidak sepopuler bintang Jepang atau Korea Selatan di mata fans netral, tapi di dalam benua, catatan prestasinya termasuk yang paling lengkap. Sejak debut senior pada 2014, ia akhirnya mengantar China mengakhiri penantian 16 tahun gelar Asian Cup, dengan menyumbang lima gol dalam perjalanan mereka menjadi juara. Di level klub, ia juga menangkan Liga Champions Asia Wanita bersama Wuhan Jiangda, menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain tersukses AFC.
Wang pernah merantau sebentar ke Eropa bersama PSG dan Tottenham, serta ke NWSL bersama Racing Louisville, namun puncak pengaruhnya justru terlihat ketika ia kembali jadi pusat permainan di timnas dan klub. Hampir semua serangan berbahaya China dimulai dari kakinya: umpan terobosan, tendangan jarak jauh, atau eksekusi bola mati. Nah, di turnamen piala dunia 2026, akan ada banyak “Wang Shuang versi putra” di berbagai negara—playmaker yang menjadi otak serangan. Bagi kamu yang ingin serius di turnamen mix parlay World Cup 2026, mengenali peran mereka bisa mengubah cara kamu memilih leg dalam mix parlay 3 tim.
Format Turnamen Piala Dunia 2026: 48 Tim, 12 Grup, 104 Laga
Secara struktur, turnamen piala dunia 2026 akan diikuti 48 tim, naik dari 32 tim di format lama. Tim-tim itu dibagi ke dalam 12 grup berisi empat negara, dengan dua tim teratas dan delapan peringkat ketiga terbaik yang lolos ke babak 32 besar. Totalnya, akan ada 104 pertandingan yang digelar selama sekitar 39 hari—rekor terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.
Turnamen ini digelar di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan 16 kota resmi seperti Los Angeles, Dallas, New York/New Jersey, Toronto, Vancouver, Mexico City, dan Guadalajara. Untuk kamu yang bermain mix parlay piala dunia 2026, ini berarti:
- Hampir setiap hari ada banyak laga yang bisa dikombinasikan dalam mix parlay 3 tim.
- Variabel seperti jarak perjalanan dan perbedaan iklim perlu diperhatikan karena bisa memengaruhi intensitas dan jumlah gol per pertandingan.
Semakin besar turnamennya, semakin penting untuk fokus memilih beberapa laga yang paling “jelas” alurnya, bukan mencoba memegang semuanya sekaligus.
Read more